Padahal baru kemaren pulang kampung, baru juga beberapa hari dikota rantau, tapi hati masih dirumah bersama mama, papa dan ryan. Air mata lika nggak mau berhenti jatuh ya Allah, menangis dalam shalat dan menangis dalam doa, mendoakan yang dirumah. Menangis tersedu-sedu sendirian, pikiran nggak konsen ke bahan tutorial besok. Ya Allah, kuatkanlah hati hambamu yang lemah ini T_T
Home sweet home, rumah ku emang paling nyaman, paling bisa bikin hati tenang, apalagi ada orang orang yang sayang sama aku, ya ampun se-homesick itu kah aku? Jawabannya IYA!
Ya Allah, aku rindu tidur sekamar sama mama, papa dan ryan. Ya Allah aku kangen omelannya mama yang nyuruh shalat, nyuruh nyapu, nyuruh cuci piring, masak nasi, kasih makan ikan, bantuin kupas bawang, kangen semuanya ya Allah. Aku kangen sosok mama yang selalu sabar dan gak pernah nampakin kesedihannya, mama yang kerja keras untuk biaya pendidikan aku dan adekku. Aku ingin memeluk mama, aku ingin mamaku menjadi sahabatku saat ini ya Allah.
Ya Allah aku kangen papaku ya Allah, aku kangen papa yang manjain aku yang Allah, sekarang papa kerja ya Allah, demi aku dan demi adekku, demi keluargaku. Memang papa kerjanya jauh, tapi papa dekat dihatiku ya Allah. Papa yang perhatian, papa yang kadang emosian, papa yang bandel nggak mau diprotes kalo ngerokok, papa yang suka becandaan. Ya Allah aku ingin memeluk papa, ingin mencium orang tuaku.
Ya Allah, aku kangen adekku ya Allah. Adekku yang ganteng, adekku yang kadang gak mau dengerin kata mama dan aku, adekku yang suka main gitar, yang suka main game. Ya Allah pingin rasanya memeluk adekku dan bilang aku sayang sama dia, aku kangen sama dia, walaupun sebenernya aku kadang takut dan malu untuk mengakuinya.
Ya Allah, kangen rumah, homesick to the max!
Ya Allah, yang bisa kulakukan adalah shalat dan berdoa. Lindungilah mereka. Berikanlah kebahagiaan pada mereka. Aku takut untuk menelpon mereka, aku takut mereka akan kepikiran, terlebih lagi mama. Ya Allah, Engkau tau tangisan dalam shalatku hanya untukMu dan keluargaku saat ini, Engkau Maha Mendengar, aku yakin Engkau mendengar semua doaku.
Ya Allah, beritahukanlah mereka bahwa aku mencintai dan menyayangi mereka. Ya Allah, aku ingin memeluk mereka. Ya Allah, aku ingin mencium mereka. Ya Allah, Engkau tahu aku selalu mendoakan mereka. Ya Allah, aku tak bisa mengungkapkan seberapa besar rasa sayangku pada mereka, maka ungkapkanlah perasaanku ini pada mereka. Aku terlalu takut dan malu mengungkapkannya, aku hanya bisa mengeluarkan air mata diam diam, saat mereka tidak melihat, menangis dan mensyukuri aku memiliki mereka. Menangis dalam tidurku karena bahagia bisa pulang dan tidur disamping mama. Menahan air mata yang keluar saat aku berpamitan, berpura-pura aku kuat agar mereka tidak sedih. Menahan air mata yang keluar saat tau mereka sudah nyampe dirumah dengan selamat. Aku berusaha menahan suaraku supaya tidak bergetar saat ditelpon, takut kedengaran kalo lagi menahan tangis. Tapi betapa leganya aku mendengar suara mereka yang baik baik saja.
Aku hanya bisa menitipkan doa untuk mereka ya Allah. Kuatkanlah hati hamba, lindungilah mereka. Berikanlah kesabaran untuk mama dan papaku, berikanlah mereka rizki yang melimpah, berikanlah ketabahan, dan dekaplah mereka dalam rahmatMu. Ya Allah, berikanlah ilmu yang banyak untuk adekku, dia akan ujian tahun ini ya Allah, luluskanlah dia dengan nilai bagus sehingga bisa bikin mama papa bangga. Aku juga berdoa padaMu untuk ilmu dan segalanya, aku ingin menjadi dokter yang baik, ingin membanggakan kedua orangtuaku. Aku akan berdoa untukmu, mama, untukmu papa, dan untukmu adekku, ryan. Lika sayang kalian dan lika sangat sangat merindukan kalian. Maaf kalo lika nggak bisa mengungkapkan secara langsung, karena air mata lika pasti langsung jatuh saat mengungkapkan itu.
Salam cinta dari anak dan kakakmu yang lagi merantau demi pendidikan dan ridho Allah,

Lika :’)
(nangis sejadi jadinya ditemeni tissue sekotak, air mata, ingus, dan mukenah yang basah)


